Fazin Hisabi Minta Pemda Sarolangun Ambil Langkah Tegas Kepada PKS Yang Memainkan Harga Tandan Buah Segar (TBS) dibawah Harga Standart
Komisi II DPRD Sarolangin meminta Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengambil langkah tegas kepada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) nakal yang memainkan harga tandan buah segar (TBS) dibawah standar.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Sarolangun, Fazin Hisabi mengatakan, langkah tersebut perlu diambil seiring dengan kondisi TBS yang belum membaik pasca pengumuman Presiden terkait implementasi kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Pemkab perlu hadir dan mendorong normalisasi harga TBS pasca pengumuman Presiden, Pemkab harus ambil langkah tegas karena sampai hari ini harga TBS masih belum normal, sedangkan harga Internasional tidak berubah,”kata Fazin.
Dijelaskannya, bahwa pendirian dan pengoperasian PKS masih berada dibawah kontrol Kabupaten.
“PKS ini kan urusanya banyak dengan Kabupaten, perizinan pendirian sampai pengoperasian pabrik juga berhubungan, kalau mereka tidak mau Pemkab bisa ambil langkah tegas untuk beri sanksi” lanjutnya.
Fazin menekankan bahwa turunnya harga TBS sangat mempengaruhi kondisi perekonomian petani kelapa sawit di Kabupaten Sarolangun.
“Saat ini sebagian besar masyarakat Kabupaten Sarolangun adalah petani sawit, roda perekonomian Kabupaten Sarolangun hari juga ditopang oleh industri perkebunan kelapa sawit, jadi kalau harga turun tentu berdampak langsung ke petani-petani, berdampak pada kondisi ekonomi mereka langsung tertuju ke dapur mereka, tentu hal ini sangat memprihatinkan, tidak ada solusi lain harus ditindak,” tegas Fazin.
Fazin menyampaikan langkah penindakan ini juga sesuai dengan langkah yang diambil oleh Kementrian Pertanian untuk mendorong normal nya harga TBS









Post a Comment